24 Mei 2008

Rupa-rupa

  • Meskipun harga minyak sudah naik tapi ongkos angkutan umum belum menyesuaikan diri. Aku tadinya sudah bersiap-siap mengeluarkan uang lebih buat bemo, tapi supirnya masih mau menerima Rp 2000. Kiranya ini tak akan bertahan lama.
  • Jalan-jalan ke Gramedia Plaza Semanggi dan menemukan satu edisi lain Max Havelaar. Sebelumnya aku sudah pernah baca terjemahan HB Jassin (yang juga dijual). Terjemahan baru ini rasanya kurang menggigit, terutama pada kalimat terakhir. Jassin menggunakan kata 'menghisap', sedangkan terjemahan baru 'mengeksploitasi'. Terlalu panjang dan kurang bunyi.
  • Omong-omong soal terjemahan buku lagi: edisi bahasa Indonesia karya Christine Dobbins, Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy: Central Sumatra, 1784-1847 diterbitkan lagi. Sebelumnya ini juga pernah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Belum tahu apakah ini terjemahan baru atau bukan, karena buku itu masih dibungkus plastik. Yang jelas judul terjemahannya jauh diubah, dan lebih menekankan pada Perang Padri yang malah tidak dipasang sebagai judul di buku aslinya. Dobbins sebenarnya memang membahas Perang Padri, tapi dengan menekankan aspek ekonominya. Konflik tersebut dilihat sebagai pertentangan antara negeri-negeri yang meningkat perekonomiannya akibat tanaman keras (a.l kopi, gambir, kulit manis) dengan negeri-negeri penghasil emas (yang dikendalikan oleh keluarga Kerajaan Pagaruyung). Dalam sejarah Indonesia biasanya Perang Padri ditampilkan sebagai perang melawan penjajah.
  • Akhirnya mendapat pemecahan latihan beban tanpa membeli barbel. Caranya dengan menggunakan dua laptop (kira-kira 4,5 kg) yang dimasukkan ke dalam tas. Bisa digunakan sebagai beban untuk latihan otot bisep, beban jongkok berdiri, dan push-up.

2 komentar:

roi mengatakan...

angkat beban pake laptop?
techie abis...
hehehe
apa kabar Mbang?

gombang mengatakan...

Itu malah penggunaan lowtech dari laptop :) Gue baik2 saja.